5 Macam Makanan Yang Sering Menyebabkan Keracunan

Tanda-tanda keracunan kuliner dapat berbentuk mual, muntah, diare berair atau berdarah, ngilu serta kram perut, demam, kecapekan, ngilu otot, dan sakit kepala. Keluhan itu mampu ada beberapa dikala, hari, atau ahad sesudah makanan dikonsumsi, serta sanggup berjalan sepanjang beberapa ketika sampai beberapa waktu.

 

Pemicu keracunan makanan tersering ialah bakteri, virus, serta benalu yang keluarkan toksin serta mengontaminasi kuliner. Supaya bisa lebih waspada, kita butuh tahu beberapa macam masakan yang seringkali menimbulkan keracunan, yakni:

 

1. Daging serta telur unggas

 

Konsumsi daging serta telur ayam atau belibis yang dibuat kurang masak bisa tingkatkan imbas berlangsungnya keracunan kuliner. Bakteri yang terdapat banyak pada unggas ialah Campylobacter serta Salmonella. Bakteri ini seringkali diketemukan di usus serta bulu unggas.

 

2. Daging merah

 

Daging yang di jual di market rawan memiliki kandungan kuman, menyerupai E. coli, Salmonella, Shigella, serta Vibrio. Sedang kuliner olahan, ibarat ham, bacon, serta sosis, rawan memiliki kandungan kuman Listeria serta Staphylococcus aureus.

 

Kerancuan terbanyak berlangsung pada daging babi, sapi, kerbau, serta kambing. Pencemaran dapat berlangsung sepanjang proses pemotongan binatang, penyimpanan di toko, sampai pengolahannya.

 

3. Susu non-pasteurisasi

 

Pasteurisasi ialah proses pemanasan susu pada suhu tersendiri, hingga mampu membunuh basil beresiko. Saat Anda konsumsi susu yang belum dipasteurisasi, efek Anda untuk alami keracunan semakin lebih besar. Masalah keracunan susu mentah diadukan banyak berlangsung pada beberapa anak serta sampaumur.

 

4. Seafood atau boga laut

 

Sajian laut beresiko memiliki kandungan histamin, yakni salah satunya toksin yang dibuat oleh basil di badan ikan atau kerang yang tidak fresh. Diluar itu, Anda pun butuh waspada pada kandungan merkuri dalam menu boga laut, khususnya jikalau Anda konsumsi ikan atau kerang dari perairan yang terkontaminasi logam berat ini.

 

5. Sayuran serta buah-buahan

 

Saat ditanam, sayuran serta buah-buahan seringkali terkena pestisida yang digunakan untuk menahan perkembangan hama tumbuhan, seperti serangga serta parasit. Bila buah dan sayur tidak dicuci dengan higienis, pestisida bisa turut tertelan serta membahayakan kesehatan.

 

Diluar itu, sayuran serta buah-buahan sanggup memiliki kandungan basil Salmonella serta E. coli. Hal itu dapat berlangsung jika sayur atau buah ditanam di ruang yang terkontaminasi kotoran binatang atau insan.

Tag:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *